Senin, 14 Februari 2022

Review OURS - Adrindia Ryandisza

 


Konflik yang diangkat di dalam novel Ours cukup sensitif. Jadi, pastikan bahwa kamu ada di dalam kondisi stabil dan pikiran tenang. Karena dengan begitu, pembaca bisa lebih berpikiran terbuka dalam mengambil sikap tentang apa yang dirasakan dan dialami Prita juga Andi. 

"Childfree" tidak bisa diputuskan dalam satu sampai dua minggu saja, tetapi harus ada pemikiran yang matang. Selain itu, kita tidak bisa memutuskan untuk memilih "childfree" karena terikut arus atau omongan orang. Seperti yang kita ketahui bahwa kehidupan pernikahan itu tidak mudah sama sekali, maka dari itu penting bagi pasangan yang menikah untuk terbuka dengan prinsip, rencana ke depannya, dan apa yang mereka alami sebelum memutuskan untuk menikah.

Ketika membaca ini, rasanya aku ikut bersyukur karena Prita berjodoh dengan Andi. Pembaca akan diajak untuk mengenal Prita dan masa lalunya. Apa yang dialami Prita tergolong berat dan menyakitkan. Dan apa yang diputuskan Andi bisa dikatakan adalah solusi terbaik versi dirinya yang sudah diputuskan dengan pikiran matang.


Konflik yang diambil dengan dekat masyarakat

Novel dengan tema marriage life ini sudah banyak diambil oleh banyak penulis. Dalam novel Ours ini, penulis turut menggambarkan bagaimana kehidupan seseorang setelah menikah, seperti orangtua yang turut membantu anaknya mengurus anak (cucunya), sebagian orang yang menganggap tujuan menikah adalah memiliki anak, perempuan 'wajib' punya anak dan melahirkan, pernikahan yang tidak menghasilkan anak setelah menikah beberapa tahun berarti 'perempuanlah yang gagal'. Duh, detail banget ya?

Untuk aku yang belum menikah, aku ingin menjadikan novel ini sebagai pelajaran dasar untuk memutuskan kapan dan dengan siapa aku bisa menikah, bagaimana cara menjalani kehidupan pernikahan supaya tidak ada penyesalan di akhir.


SINOPSIS NOVEL

Menurutmu, mempunyai anak itu pilihan atau keharusan?

Latar belakang keluarga yang berbeda tak lantas membuat Prita dan Andi berdebat panjang saat diskusi tentang anak. Sebelum menikah, mereka sudah bersepakatan untuk hidup tenang dan damai berdua saja sampai tua. Mereka bahagia.

Sayangnya, prinsip mereka dianggap melenceng oleh keluarga Andi yang konservatif. Prita dianggap melawan kodrat. Beberapa perkataan dan perilaku anggota keluarga Andi membuat pasangan itu mengelus dada.

Situasi di sekitat mereka semakin mengancam. Kenzo, rekan kerja Prita, mulai terang-terangan mendekatinya. Belum lagi ibu yang menelantarkan Prita sejak kecil, tiba-tiba menutut perhatiannya. Kedai kopi yang terancam bangkrut pun menguras pikiran Andi.

Kedua tidak ingat lagi cara berbahagia. Komunikasi di antara mereka mulai terhambat. Namun, rumah tangga mereka terasa begitu riuh karena mulai terdengar suara-suara orang lain. Kehidupan Prita dan Andi pun tak lagi hanya milik mereka berdua.


Identitas Novel

Judul             : Ours

Penulis          : Adrindia Ryandisza

Penyunting    : Nonie Pahmi

Perancang Sampul    : @desaingedang

Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2021

Tebal            : 208 halaman

ISBN            : 978-602-06-5631-1


Review Ours

Ilustrasi dari pasangan menikah yang sedang chillin di ranjang, seperti sedang berbagi cerita dan dihiasi dengan warna biru yang hangat menggambarkan hubungan Prita dan Andi yang mengandalkan komunikasi untuk memulai hubungan dan menjaga hubungan agar tetap harmonis. Hubungan pernikahan tentu saja tidak mudah, maka dari penting bagi sepasang suami istri untuk tetap membangun komunikasi agar apa yang mereka lalui dalam kehidupan pernikahan bisa lebih mudah. Karena nyatanya, banyak sekali pernikahan yang gagal dikarenakan kurangnya komunikasi dan berakhir salah paham.

Setelah membaca sinopsis, pembaca akan tahu bahwa konflik novel ini cukup sensitif dan lumayan berat. Pasangan yang menganut prinsip childfree memang mayoritas mendapatkan pandangan negatif karena dianggap berbeda. Pasangan suami istri yang memutuskan untuk tidak memiliki anak tentu saja membuat orang-orang bertanya. Mengapa mengambil pilihan tersebut? Namun, sayangnya tidak semua orang memberikan respon ingin seperti itu. Sebagian masyarakat masih senang menilai, memberikan judge yang berlebihan, dan berakhir menyakiti pasangan suami istri tersebut.

Jika kamu membaca novel ini, kamu akan tahu alasan mengapa Prita dan Andi mengambil keputusan tersebut. Ketika membaca ini, aku berusaha untuk bisa berpikir netral dan aku bisa memahami bahwa keputusan mereka ada benarnya. Dengan apa yang sudah Prita lewati dan alami serta kecemasan dan kegundahan Andi terhadap masa yang akan datang bisa dijadikan poin penting mengapa keputusan tersebut bisa dilakukan.

Pernikahan yang Prita dan Andi jalani bukannya manis seperti madu setiap harinya. Mereka juga mengalami masalah kecil, tapi mereka menyiratkan bahwa dengan adanya komunikasi dua arah, semua akan baik-baik saja. Nah, pembaca juga dapat melihat apa yang terjadi pada Prita dan Andi ketika mereka mulai tidak terbuka, tidak mengandalkan komunikasi dua arah, maka yang terjadi adalah pertengkaran. Jujur saja, ketika baca di bagian ini aku merasa deg-degan dengan apa yang akan mereka putuskan selanjutnya. Apalagi dengan adanya perlakuan campur tangan Ibu Andi yang tipikal mertua yang suka ikut campur dan Kakak Andi yang cuma bisa berkomentar, mengeluh, dan sok dalam menilai.

Kehidupan Kakak Andi juga bisa dijadikan pertimbangan oleh para pembaca yang sudah menikah maupu  akan menikah. Dari kehidupan Kakak Andi, bisa dilihat bahwa untuk memiliki anak, orangtua harus menyiapkan diri, baik dari segi mental, fisik dan finansial. Jangan sampai mengandalkan orangtua lagi untuk mengurus anak yang sudah dilahirkan.

Gaya penulis bercerita asik dan ringan membuat cerita ini jadi asik buat dibaca. Selain itu, pesan yang ingin disampaikan penulis juga ditulis dengan baik, sehingga aku merasa tidak digurui.

Dari novel ini, bisa dikatakan bahwa Kak Adri ingin menyampaikan bahwa ada baiknya kita tidak menghakimi prinsip dan keputusan orang lain. Jangan terlalu ikut campur dengan kehidupan orang lain, apalagi sampai ingin mengatur yang bukan ranahmu lagi. Dan apabila ingin pernikahan bisa berlangsung dengan bahagia dan rukun, ada baiknya sepasang suami istri membangun komunikasi yang bagus dan tidak mengajak orang lain dalam mengatasi permasalahan, karena pernikahan terdiri dari dua orang yang menikah dan mengucap janji pernikahan. 


Penutup

Setelah membaca novel ini, rasanya pembaca yang sudah menikah maupun yang akan menikah harus membaca ini. Novel ini mengajak pembaca untuk mengenal situasi pernikahan yang harmonis dan situasi pernikahan yang mulai mendengarkan suara-suara orang lain dalam mengambil keputusan.

Selain itu, konflik pernikahan Prita dan Andi relate dan dekat dengan lingkungan masyarakat, sehingga pembaca akan merasa dekat. Untuk emosi yang ingin dibangun penulis, aku bisa merasakannya. Novel Ours jatuhnya buat aku gemas dengan sikap Ibu Andi dan kakaknya. Gemas dan kesal lebih tepatnya. 

Overall aku suka dengan ceritanya. Buat kamu yang sudah menikah, orangtua, akan segera menikah cocok baca ini. Pesan yang ingin disampaikan cukup mendalam dan bisa dimengerti dengan baik. 


Kutipan - Kutipan

"Kita tidak bisa mengendalikan orang, tapi kita bisa mengendalikan diri. Ya, dengan tidak usah didengar itu." (halaman 85)

"Pada umumnya, orang akan mengira istri bekerja untuk menyokong finansial yang tidak memadai, dibandingkan berpikir bahwa istri bekerja karena menyukai pekerjaannya dan ingin mengejar ambisi. Orang menganggap seorang suami tidak bisa diandalkan jika istrinya juga mencari nafkah. Seolaj-olah kedudukan suami akan menjadi rendah. Padahal, Andi percaya bahwa posisi suami dan istri setara; tidak ada yang lebih rendah, tidak ada yang lebih tinggi." (halaman 113)

"Seorang anak adalah makhluk bernyawa dan berperasaan, tidak seharusnya dijadikan taruhan untuk melihat apakah dirinya bisa menjadi ibu yang baik ataupun tidak." (halaman 131)

"Gue rasa lo itu punya prinsip. Itu harusnya bagus. Jadi, lo kagak bakal kepengaruh kata-kata orang juga. Dan suami-istri itu harus punya prinsip yang sama." (halaman 174)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho

  Review Sang Alkemis -- Setiap manusia memiliki mimpi yang ingin diraih. Mimpi itu sejatinya sudah dirangkai sejak kecil, seperti ingin men...